Minggu, 04 Mei 2014

SUKSES LANGSING DENGAN DIET KARBOHIDRAT




Diet rendah karbohidrat, dipercaya memiliki manfaat bagi kesehatan dan menurunkan berat badan.


Ketika jumlah karbohidrat sedikit, tubuh akan mengubah cadangan lemak menjadi energi sehingga berat badan menurun. 

Diet karbohidrat juga diyakini mengurangi faktor risiko penyakit yang terkait dengan obesitas, seperti penyakit jantung, jenis kanker tertentu, diabetes, dan sindrom metabolik. 

Akan tetapi sejumlah ahli justru berpendapat diet karbohidrat mempunyai dampak negatif bagi tubuh. Sebuah penelitian di Amerika menunjukkan wanita yang kurang mendapat asupan karbohidrat memiliki daya ingat yang rendah dan kurang konsentrasi. 

Hasil penelitian lain yang diterbitkan dalam Archives of Internal Medicinemenambahkan, pemakan karbohidrat justru merasa lebih bahagia, lebih tenang, dan lebih fokus. Alasannya? Karbohidrat meningkatkan mood dan mengurangi bahan kimia penyebab stres dalam otak. 

Lantas, bagaimana cara melakukan diet karbohidrat dengan tepat? Berikut ini langkah-langkahnya! 
1. Jangan menyerah: Memulai diet karbohidrat tak selalu mudah bagi sebagian orang. Banyak orang mengurangi asupan karbohidratnya dan siap mengalami kelelahan dan menjadi sensitif dalam minggu pertama. Sebaiknya Anda siap-siap perubahan-perubahan yang kurang mengenakan. 

• Makan buah dan sayur yang cukup: Kesalahan yang sering terjadi ketika diet karbohidrat adalah pengurangan konsumsi buah atau sayuran yang mengandung karbohidrat. Padahal menghindari buah-buahan dan sayuran dalam jangka panjang bisa memberikan masalah kesehatan serius. 

2. Cukupi serat: Serat memainkan peran penting dalam kesehatan pencernaan. Dengan makan buah dan sayur yang cukup, asupan serat Anda akan tetap tercukupi. 

3. Asupan karbohidrat tetap ada: Tubuh tetap membutuhkan asupan karbohidrat sebagai sumber energi utama. Oatmeal dan beras merah bisa menjadi menu pengganti nasi putih. Keduanya merupakan karbohidrat kompleks dan mengandung serat yang tinggi sehingga dapat membuat perut kenyang. 

4. Olahraga: Selain fokus ke makanan. Olahraga harus tetap dilakukan untuk menunjang pembakaran lemak. Namun sebaiknya lakukan olahraga minimal 30 menit dengan intensitas sedang. Contohnya, jalan kaki, sepeda statis, atau berenang. 

Siap untuk mulai berdiet? Sebelum diet, periksa dulu kemungkinan Anda terkena diabetes.

5 TIPS TIDUR YANG BIKIN AWET MUDA



Waktu tidur yang kurang tak hanya membuat vitalitas tubuh menurun, namun juga memicu penuaan dini.
Idealnya, orang dewasa membutuhkan waktu tidur sekitar 7-9 jam setiap hari. Namun kesibukan pekerjaan sering kali membuat jam istirahat berkurang. Selain itu, menurut Russell Rosenberg Ph.D dari The Atlanta School of Sleep Medicine and Technology, penyebab kurangnya tidur di zaman modern adalah penggunaan ponsel, komputer dan video game yang dilakukan sebelum tidur sehingga mengurangi jam istirahat.

Waktu tidur yang tak cukup terkadang dianggap sepele. Padahal bisa mengakibatkan vitalitas tubuh menurun sehingga cepat merasa letih dan mengantuk. Kewaspadaan pun berkurang sehingga rentan terjadi kecelakaan, seperti terjatuh dan lainnya.

Penelitian yang dilakukan oleh National Heart, Lung, and Blood Institute mengungkapkan bahwa waktu tidur yang cukup dapat memperbaiki kesehatan mental dan fisik, serta meningkatkan kualitas hidup. Sebab saat tidur, otak akan mempersiapkan diri untuk aktivitas keesokan hari dan membantu Anda untuk mengingat dan mempelajari informasi baru.

Dari segi fisik, jam tidur yang cukup akan melancarkan peredaran darah dan menurunkan risiko terkena obesitas. Jangan lupa, saat tidurlah sel-sel kulit mati mengalami regenerasi secara maksimal. Dengan begitu, malam hari merupakan waktu yang paling tepat untuk memakai krim malam yang membantu peremajaan kulit wajah.

Agar tidur Anda berkualitas sehingga dapat mengatasi penuaan dini, cobalah lakukan beberapa hal berikut: 

1. Gunakan pakaian longgar berbahan katun yang nyaman. Bersihkan wajah dari polesan make up dan lepaskan aksesori yang melekat pada tubuh.
2. Jauhkan ponsel, gadget dan alat komunikasi lainnya dari tempat tidur Anda. 
3. Mandi air hangat dengan sabun beraroma lavender yang memberikan efek menenangkan.
4. Makanlah tiga jam sebelum tidur. Perut kosong akan membuat tidur terganggu. Namun hindari mengonsumsi makanan mendekati waktu tidur karena proses pencernaan di malam hari membutuhkan waktu minimal tiga jam.
5. Matikan lampu. Tidur dalam kondisi gelap akan merangsang tubuh memproduksi hormon yang menenangkan.


TIPS MILIKI PERUT SIX PACK



Perut six pack adalah tanda kebugaran dan kekuatan fisik serta mental.  

Siapa pun bisa memiliki perut six pack. Meskipun tidak mudah untuk mendapatkan perut seksi dan otot kuat, impian ini bisa menjadi nyata, asalkan…  

Tidur cukup 
Peneliti Harvard mengungkapkan bahwa lebih dari 68.000 orang yang tidur kurang dari lima jam setiap malam cenderung 5,4 pon lebih berat dan menjadi gemuk dibandingkan mereka yang tidur 7 jam atau lebih. 

Tidur malam juga membantu meningkatkan pusat rewards di otak, khususnya mengenai makanan. Hasil penelitian ini juga terbukti dalam penelitian di University of Chicago yang mengungkapkan orang kurang tidur rata-rata mengambil 220 kalori lebih banyak.  

Pola makan 
Bagi Anda yang bercita-cita untuk memiliki perut six pack, kurangi lemak tubuh Anda. Hindari junk food, karbohidrat olahan, dan makanan tinggi gula. Makan lebih banyak sayuran, kacang-kacangan, buah-buahan, dan protein. 

Strategi terbaik untuk pola makan adalah makan dalam porsi kecil sebanyak 6 kali sepanjang hari. Makanan dalam porsi kecil tetapi sering membantu menjaga metabolisme dan meningkatkan energi. Jadi mencegah penyimpanan lemak dalam tubuh. 

Nutrisi yang terpenting untuk membentuk perut six pack adalah protein. Protein tak hanya membangun otot, tetapi juga untuk menurunkan berat badan, mengontrol gula darah, dan menunda rasa lapar. Jadi mulailah untuk konsumsi makanan kaya protein dan menghindari semua makanan yang digoreng atau berlemak. 

Hindari pula alkohol, jus, dan soda. Pastikan Anda minum 3-4 liter air putih setiap hari. Hal ini penting mengingat sel-sel otot tumbuh lebih cepat ketika mengalami hidrasi dengan baik. Dehidrasi juga meningkatkan risiko cedera saat olahraga dan memperlambat metabolisme tubuh.  

Olahraga teratur 
Jangan hanya jogging selama 10 menit di atas treadmill, melakukan sit-up ataupush-up saja. Sebaliknya, lakukan berbagai latihan yang melatih tubuh secara keseluruhan. Salah satunya dengan latihan kardio. 

Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan pembakaran lemak tubuh. Tak perlu melakukannya setiap hari, tapi cukup 20-30 menit untuk intensitas sedang dan 45-60 menit untuk intensitas tinggi. Futsal, basket, berenang, menari, atau bersepeda bisa menjadi pilihan menyenangkan. MenurutAmerican College of Sports Medicine, Anda dapat membakar kalori lebih banyak dalam waktu lebih singkat dengan intensitas tinggi.  

Latihan angkat beban juga diperlukan. Hasil penelitian dari University of South Florida menunjukkan bahwa latihan mengangkat beban lebih efektif mengaktifkan otot-otot tubuh dibandingkan metode sit-up. Penguatan tendon, otot-otot, dan ligament juga membantu mengurangi ketegangan pada sendi yang akhirnya dapat mencegah terjadinya cedera saat olahraga.

10 MAKANAN UNTUK TUBUH IDEAL



Tubuh sehat dan langsing ditentukan oleh makanan yang Anda konsumsi. 

Makan tak hanya sekadar untuk mengusir rasa lapar. Anda harus selalu memperhatikan asupan makanan untuk menjaga keseimbangan nutrisi sehingga tubuh selalu sehat sekaligus mewujudkan berat badan yang ideal. Berikut 10 jenis makanan yang berkhasiat bagi kesehatan tubuh Anda:
1. Apel
Merupakan sumber antioksidan terbaik untuk melawan radikal bebas yang menjadi penyebab berbagai penyakit dan penuaan dini. Mengonsumsi apel secara teratur dapat mencegah penyakit jantung. Untuk mendeteksi tingkat risiko Anda terhadap penyakit jantung, cek di sini

2. Alpukat
Peneliti dari Ohio State University mengungkapkan bahwa vitamin yang terkandung dalam buah alpukat dapat mencegah pertumbuhan sel penyebab kanker. Alpukat merupakan sumber kalori yang sehat dan tidak mengandung lemak jenuh sehingga menjadi pilihan yang tepat untuk menurunkan berat badan. 

3. Blueberry
Mengonsumsi blueberry secara rutin dapat meningkatkan imunitas tubuh karena blueberry kaya akan kandungan antioksidan dan antiinflamasi. Penelitian yang dilakukan Texas Women’s University mengungkapkan bahwa buah ini dapat menjaga berat badan tetap ideal.

4. Brokoli
Menurut The American Cancer Society, kandungan fitokimia antikanker dalam brokoli dapat mencegah risiko kanker payudara, usus, dan paru-paru. Kandungan asam folat di dalamnya juga mengurangi risiko penyakit Alzheimer. 

5. Gandum
Kandungan serat yang tinggi membuat makanan berbahan gandum dapat mengatasi masalah pencernaan. Menurut jurnal Obesity, gandum juga berkhasiat mengurangi lemak yang tersembunyi di bagian dalam perut yang bisa memicu penyakit hati.   

6. Salmon
Jenis ikan laut, seperti salmon mengandung asam lemak tak jenuh dan omega-3 yang bermanfaat untuk kesehatan jantung dan sistem syaraf. 

7. Kacang Almond
Karena kandungan vitamin E yang tinggi, almond menjadi makanan antioksidan yang mampu mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas. Almond juga mengandung serat, zat besi, kalsium, dan riboflavin yang dapat mengurangi penimbunan kalori dalam bentuk lemak tubuh sehingga mengurangi risiko kelebihan berat badan. 

8. Kentang
The Center for Science menemukan fakta bahwa kentang mengandung vitamin B6 yang bermanfaat untuk menghilangkan stres dan membuat tubuh lebih relaks.

9. Oatmeal
Mengonsumsi semangkuk oatmeal setiap hari dapat menjaga kadar kolesterol dan gula darah tetap normal. Dengan kandungan karbohidrat kompleks danbeta-glucans, yakni jenis serat yang mudah larut dalam air, makanan ini dapat mencegah penyakit jantung dan obesitas.

10. Sayuran Hijau
Sebagai sumber serat yang bebas lemak, sayuran hijau bermanfaat melancarkan pencernaan dan merupakan menu diet yang sehat. Sayuran hijau juga mengandung kalsium yang berkhasiat memperkuat tulang dan klorofil yang dapat melindungi tubuh terhadap risiko kanker.

MAKANAN ORGANIK, TREN ATAU KEBUTUHAN?



Makanan organik yang sehat ternyata memiliki banyak manfaat untuk tubuh.

Tren makanan organik kian digandrungi masyarakat luas. Meski saat ini di Indonesia belum ada pihak yang bisa menjamin suatu produk tergolong organik atau tidak, karena belum ada badan khusus yang memberikan standarisasi produk organik, namun hal ini tak menyurutkan minat para penggiat hidup sehat untuk mengonsumsinya.

Makanan organik berasal dari tanaman organik yang diproses dengan cara alami tanpa menggunakan pestisida atau zat kimia lainnya. Tanaman organik ini diolah dengan pupuk kompos atau pupuk kandang. Acuan produk organik yang bebas pestisida di Indonesia saat ini ada 7 lembaga organik yang telah terakreditasi oleh KAN (Komite Akreditasi Nasional), menurut situs www.bumn.go.id.

Tujuh LSPO (Lembaga Sertifikasi Pangan Organik) tersebut adalah LSPO Sucofindo, LSPO Mutu Agung Lestari, LSPO INOFICE, LSPO BIOCert Indonesia, LSPO Sumatera Barat, LSPO LeSOS (Lembaga sertifikasi Organik Seloliman), dan LSPO Persada.

Lalu, apa saja manfaat mengonsumsi makanan organik bagi tubuh kita? Berikut manfaatnya, seperti dilansir www.magforwomen.com:

1. Lebih sehat dan aman

Makanan organik terbilang sehat dan aman karena tidak mengandung bahan kimia berbahaya. Makanan yang terbuat dari tanaman yang terkena pestisida terbukti berbahaya bagi kesehatan.

2. Memiliki banyak nutrisi

Produk organik mengandung mineral dan vitamin 10-200 persen lebih banyak daripada non-organik. Makanan organik juga memiliki banyak kandungan antioksidan dan asam lemak yang bermanfaat bagi tubuh.

3. Menurunkan berat badan

Karena tidak menggunakan pupuk kimia, makanan organik tidak mengandung residu kimia berbahaya. Residu yang terakumulasi dalam lemak tubuh dapat menyebabkan berat badan naik.

4. Ramah lingkungan

Pertanian organik tidak memancarkan bahan kimia berbahaya di udara sehingga dapat mengurangi polusi udara. Pertanian organik juga mengurangi erosi tanah.

Seorang selebritas yang mengonsumsi sayur dan buah organik, Sophie Navita, merasakan manfaat makanan organik bagi tubuhnya. “Semakin sedikit zat kimia yang masuk ke tubuh, semakin ringan tubuh bekerja, semakin sehat pula,” tutur presenter, aktris, dan penyanyi ini. 

Sophie memberikan kiat memilih makanan organik. “Jangan percaya sayur dan buah yang cantik sehingga ulat saja tidak mau mendekat. Itu artinya ulat merasakan ada zat yang berbahaya di situ,” paparnya. Ia juga menambahkan bahwa ukuran sayur dan buah organik biasanya tidak seragam. Bila seragam, bisa dipastikan telah melalui proses kimiawi yang berbahaya. 

Lalu, di mana bisa mendapatkan makanan organik? Beberapa tahun lalu, mencari bahan makanan organik masih cukup sulit. Namun kini, makanan organik, baik sayur maupun buah, telah tersedia dan tersebar di berbagai pasar swalayan atau toko khusus makanan organik.

Jika tak mau repot, Anda juga bisa memperoleh makanan organik siap saji, yang tersedia di berbagai rumah makan atau restoran khusus berlabel organik di sekitar Jakarta. Sebut saja restoran Healthy Choice, Warung Daun, dan Sehat Alami, yang memiliki perkebunan organik sendiri di Bogor.

TIPS BUGAR DI USIA 30-AN


Oleh Brett Money
Fisioterapis 

Tak punya waktu untuk olahraga, melewatkan sarapan, dan kurang mengonsumsi makanan sehat bukanlah cara yang tepat untuk sehat di usia 30-an. 

Baru-baru ini saya bertemu dengan teman lama, namanya Prabu. Usia kami sama-sama 30-an. Saat ini ia bekerja di sebuah perusahaan akuntan cukup ternama di kawasan Sudirman. Saya dan Prabu pun akhirnya ngopi dan ngobrol seputar keluarga, pekerjaan dan kesehatan. 

Semua Berawal dari Sini “Brett, gimana kabarnya? Masih rutin berenang?” 
“Iya, berenang itu terapi buat saya. Bener-bener bantu ngilangin stres. Kamu gimana?” 
“Wah, saya udah lama banget nggak olahraga, udah hampir setahun. Makanya saya gendut banget. Kalo mau olahraga sebelum berangkat kantor, artinya saya harus berangkat dari rumah jam 5 pagi. Nggak mungkin kan? Kalau mau olahraga setelah jam kantor, sampai rumah bisa jam 10 malam. Nggak mungkin juga. Saya jadi jarang ketemu keluarga dong.”

Tipikal Pekerja Jakarta Prabu tipikal pekerja berusia 30-an yang hidup di Jakarta yang memiliki masalah kurang lebih seperti itu. Berat badannya agak sedikit berlebihan dan bawaannya gampang capek. Sebenarnya ia ingin sekali kembali berolahraga supaya tetap sehat. 
Saya bangga dengan Prabu yang memiliki pekerjaan yang bagus dan hidup yang mapan. Tapi saya juga sedih karena merasakan penyesalan yang ia ceritakan tentang kenaikan berat badan dan kurangnya waktu berolahraga. Prabu sukses dengan karirnya, tapi ia benar-benar harus berjuang untuk sukses mempertahankan kesehatan dirinya. 

Coba deh simak beberapa tantangan dalam hidup Prabu: 
1. Tanggung Jawab Keluarga 
Saat ini Prabu memiliki seorang anak yang baru saja mulai sekolah. Dia juga punya setumpuk tagihan yang harus dibayar, cicilan mobil dan rumah di Bintaro. 

2. Tuntutan Pekerjaan 
Dengan posisi sebagai senior, ia harus menghadapi berbagai deadline, meeting dan mau nggak mau baru bisa makan malam ketika sampai di rumah. 

3. Kemacetan Jakarta Setiap hari Prabu menghabiskan waktu 3 jam pulang-pergi dari Bintaro ke Sudirman. 

Dampak Buruknya Prioritas Prabu untuk mengutamakan karir dan keluarganya memberi dampak seperti di bawah ini: 
1. Prabu melewatkan sarapan dan hal ini akan memperlambat metabolisme tubuh sehingga tubuh nggak akan mendapatkan energi sampai ia sarapan di kantor. 

2. Dia selalu makan di luar, baik di restoran maupun warung, dan ia mengonsumsi makanan yang tinggi MSG, gula, lemak dan minyak. Selain itu porsi menunya juga cukup banyak. 

3. Prabu pulang ke rumah saat larut malam. Ketika dia masuk rumah pun bisa jadi tingkat stresnya akan naik, dia kurang tidur dan nggak berenergi. 

4. Dia jarang berolahraga. Seiring bertambahnya usia, massa otot kita akan menurun, apalagi jika kita jarang berolahraga. Kondisi ini biasa terjadi saat menginjak usia 30-an. Massa otot yang rendah akan memperlambat metabolise dan massa lemak kita pun akan terus bertambah. 

Pilihan yang Lebih Baik Saya akhirnya memberi saran kepada Prabu. Intinya sih, saya ingin dia bisa meningkatkan kesehatan tanpa mengorbankan prioritas karir dan keluarga. Pilihan ini juga bisa Anda lakukan lho, simak tips berikut: 

• Bawa makan siang dari rumah. 
Masakan rumah itu jauh lebih enak dan tidak banyak menggunakan garam, gula, minyak. Anda pun bisa mengontrol porsinya. 

• Jangan lupa konsumsi sarapan pagi yang sehat. 
Coba deh minta ART Anda untuk menyiapkan semangkuk buah atau oatmeal. 

• Coba untuk memilih menu makan siang yang lebih sehat kalau makan di luar kantor. 
Ambil ½ porsi nasi, sayur atau lauk yang lebih banyak dan jangan ambil gorengan. 

• Kembalikan semangat untuk kembali berolahraga. 
Coba beli sepatu lari yang baru, celana atau kaos yang baru atau mungkin sepeda baru? 

• Selalu siapkan tas untuk ke gym baik di mobil maupun di kantor. 

• Gunakan akhir pekan Anda untuk bersama keluarga. Anda bisa kok menikmati akhir pekan sambil makan di restoran favorit. Ini bisa digunakan sebagai reward, karena Anda telah bekerja keras selama satu minggu. 

Ikuti Cara Saya Cerita mengenai Prabu di atas benar-benar nyata loh. Saya sih berharap bahwa cerita ini bisa memberi inspirasi kepada Anda semua. Saya tahu kok, kita ini gampang banget untuk bilang “Nanti deh berubahnya, gue lagi sibuk banget sekarang”. But we all know it’s better to start now. 

Coba deh beberapa tips ini dan temukan perubahan kecil dalam hidup Anda. Jangan lupa untuk mengombinasikan cardio dengan fun hobby day, atau pilates dengan angkat beban selama 4-6 minggu untuk mendapatkan hasil yang maksimal. 

Menu makan siang favorit saya: 
• ½ porsi nasi putih 
• Tumis tempe dan tauge buncis bawang 
• Pepes ayam 
• Sambel terasi 
• Pisang 
• Apel 

Aktivitas olahraga saya setiap minggu biasanya mengikuti jadwal di bawah ini: 
Cardio : berenang, lari, naik sepeda, atau lakukan cardio di gym. 
• Pilates : sesi pilates dengan seorang pelatih. 
• Angkat beban : latihan di gym. 
Fun hobby day : tenis dengan beberapa teman dekat. 

Reward untuk diri sendiri: 
• Makan Bakmi GM Pondok Indah Mall 1 di hari Sabtu. 
• Nonton bioskop, ngemil popcorn dan calamari bersama istri saya. 

Last but not least, kalau program Anda berhasil, jangan lupa sharing dengan saya atau punya pertanyaan, silakan kirim ke tanyaahli@futuready.com dengan subyek: kesehatan.

OLAHRAGA MUDAH UNTUK PERUT INDAH



Memiliki perut impian setiap orang bukanlah hal yang mustahil. 
Caranya dengan memilih olahraga yang tepat dan lakukan secara konsisten. 

Siapa sih yang tak ingin memiliki perut rata? Anda pun tentu ingin memilikinya. Namun, bertambahnya ukuran lingkar pinggang seiring usia membuat kita kurang percaya diri. Olahraga merupakan solusi untuk mengusir timbunan lemak di area perut. Asal perhatikan jenis dan teknik olahraga yang tepat agar hasilnya cepat terlihat. Seperti tertera di www.fitday.com, yuk kenali olahraga efektif demi mewujudkan perut indah: 

1. Awali dengan membakar lemak 
Sebelum melakukan olahraga pembentuk otot perut, mulailah dengan latihan kardio, seperti jalan cepat, jogging, dan berenang. Latihan kardio efektif meningkatkan metabolisme tubuh sehingga kalori dan lemak terbakar lebih cepat. Sia-sia jika Anda langsung melakukan olahraga pembentuk otot perut karena otot itu bersembunyi di bawah timbunan lemak. Lakukan olahraga kardio yang terbilang mudah ini tiga atau empat kali seminggu dengan durasi sekitar 30 menit. 

2. Lanjutkan dengan membentuk otot perut 
Bila lemak perut telah menyusut yang ditandai dengan ukuran lingkar pinggang yang berkurang, Anda bisa mulai melatih otot perut. Selain sit up, Anda bisa melakukan gerakan yoga dan pilates yang fokus membentuk otot perut bawah dan atas. Lakukan latihan ini sekitar 3-4 kali seminggu. 

3. Lakukan latihan dengan interval 
Untuk mendapatkan hasil optimal sekaligus mengurangi risiko cedera, lakukan intensitas latihan di atas dengan interval. Awali dengan pemanasan, lanjutkan dengan kecepatan tinggi, dan akhiri dengan kecepatan rendah. Sebagai contoh, jika melakukan jogging, mulailah dengan jalan lambat selama lima menit untuk pemanasan. Kemudian jogging selama sepuluh sampai lima belas menit dengan meningkatkan kecepatan. Lalu, lakukan lari cepat selama dua menit. Setelah itu, kurangi kecepatan dengan kembali jogging selama lima menit. 

Sebelum dan sesudah melakukan olahraga tersebut, pastikan Anda mengonsumsi air putih yang cukup agar terhindar dari dehidrasi. Hasil baik akan didapat jika Anda menerapkan pola makan yang baik. Atur pola makan Anda dan hindari makanan yang mengandung kalori, garam, dan gula tinggi serta perbanyak makanan berserat.